Omjaylabs’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Selamat Hari Guru

Setiap tanggal 25 November 2010, para guru berulang tahun. Ulang tahun yang usianya sama dengan ulang tahun kemerdekaan negera republik Indonesia. Artinya, sudah 65 tahun perayaan ulang tahun guru rutin setiap tahun diselenggarakan. Kebetulan tanggal itu adalah tanggal dimana Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dibentuk. Tentu kita berharap banyak kepada organisasi PGRI di hari ulang tahunnya yang ke-65 ini.

Dengan usianya yang sudah masuk usia manusia lanjut usia (manula), seharusnya PGRI sudah semakin bijaksana, dan mampu menjalankan program kerjanya yang berpihak kepada peningkatan kinerja guru untuk menjadi guru profesional. Bukan hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Sebab guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya. Bila guru tak memiliki karakter yang baik, maka akan jadi apa para peserta didiknya kelak. Bisa jadi, gayus-gayus baru akan bermunculan di negeri ajaib ini.

Hal itulah yang terjadi saat ini. Korupsi begitu merajalela. Kejujuran dan Kepedulian nampaknya menjadi sesuatu yang langka dimiliki oleh para pendidik. Demi sebuah prestise menjadi guru profesional, banyak oknum guru yang menanggalkan kejujurannya, hanya demi selembar sertifikat guru profesional. Kepedulian kepada sesama gurupun sudah mulai pudar, dimana kolaborasi guru dalam melakukan kegiatan ilmiah seolah-olah hilang ditelan bumi. Hanya sedikit sekali guru yang mampu membuat dan menulis karya tulisnya sendiri.

Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru. Banyak masyarakat yang merisaukan aneka pelanggaran itu, tetapi program sertifikasi terus saja melaju atas nama pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan. Kita pun hanya bisa mengurut dada, sebab kasus plagiasi masih terus terjadi, dan itu masih dilakukan oleh mereka yang bernama guru.

Tentu kita berharap ada perbaikan terus menerus dalam sistem sertifikasi guru yang menguntungkan para guru itu sendiri. Sebab tujuan sertifikasi itu sendiri sangat mulia, dimana harkat dan martabat guru ditingkatkan dan profesi guru diakui sama dan sejajar dengan profesi lainnya. Disamping kesejahteraan guru ditingkatkan, profesionalisme guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

PGRI sebagai induk organisasi yang mengayomi para guru, harus mampu berkiprah lebih baik lagi dalam melaksanakan program kerjanya. Sebab sampai saat ini, PGRI terkesan hanya milik elit tertentu, dan pengurusnya kurang membumi. Sehingga wajar banyak guru yang tak merasa memiliki induk organisasi seperti PGRI. Bahkan terdengar kabar ada pengurus PGRI yang tak mau dilengserkan padahal kinerjanya sama sekali tak ada.

Mereka-mereka yang tak puas degan kinerja PGRI akhirnya membentuk organisasi baru yang dibentuk bukan untuk menyayingi PGRI, tetapi menjadi mitra PGRI agar kualitas dan kompetensi guru menjadi lebih baik lagi dengan mengadakan berbagai pelatihan guru. Diantara organisasi itu adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diketui oleh Satria Darma dengan sekjennya Mohammad Ihsan.

IGI telah mampu membuktikan diri untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme guru, dan menjadikan guru berkarakter. Semua program kerja IGI telah didukung oleh kementrian pendidikan nasional, disambut baik oleh menteri pendidikan nasional, Prof. Dr. Moh. Nuh.

Sebagai seorang guru, tentu saya banyak terlibat dalam kegiatan IGI ini, dan saya merasakan benar kehadiran IGI telah membawa warna baru bagi dunia pendidikan kita, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu profesional di bidang mata pelajaran yang diampunya.

Hal ini tentu membuat para guru senang, dan berbondong-bondong untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh IGI selalu ramai dipenuhi oleh para guru, dan mereka sangat antusias dengan program-program IGI yang berpihak kepada peningkatan mutu pembelajaran.

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari ulang tahun buat para guru di Indonesia. Jadilah guru profesional yang berkarakter dan benahi karakter bangsa melalui pendidikan. Kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakter yang membawa peserta didik menjadi cerdas dan berakhlak mulia.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Iklan

November 25, 2010 Posted by | politik | , , , , | Tinggalkan komentar

Pindah Tempat Blog

Buat teman-teman yang membaca tulisan saya di blog ini, saya sudah pindah ke blog berbayar.
Kunjungi http://wijayalabs.com

salam
Omjay

Mei 21, 2010 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

Bagaimana Membuat Buku Keterampilan?

Omjay dan Pemenang Lomba Buku Pengayaan Non Fiksi

Omjay dan Pemenang Lomba Buku Pengayaan Non Fiksi

Dalam Worskhop Teknik  Menulis buku yang disampaikan oleh mas Kurnia Efendi kepada para pemenang Lomba Buku Pengayaan di Hotel Mega Anggrek, 17 November 2009 yang baru lalu. Mas Kurnia Efendi menjelaskan kepada kami bagaimana cara menulis buku keterampilan untuk siswa.

Baca lebih lanjut

Februari 27, 2010 Posted by | Uncategorized | , , | Tinggalkan komentar

Melancong ke Pantai Kartini Jepara

Omjay di Pantai Kartini

Omjay di Pantai Kartini

Sabtu, 13 Februari 2010, Omjay diajak melancong ke Pantai Kartini Jepara Jawa Tengah. Indah sekali pemandangan pantai ini, dan Omjay publikasikan lewat foto-foto ini.

Betapa Indahnya Pantai Kartini ini, Subhanallah!

Betapa Indahnya Pantai Kartini ini, Subhanallah!

Februari 23, 2010 Posted by | Uncategorized | , , | 1 Komentar

Guru, Dosen, dan Dokter

Hari ini saya mendapatkan banyak sekali teman baru. Mereka datang ke tempat mengajar saya untuk bersilahturahim. Berbagi ilmu dan pengalaman. Senang rasanya bisa bertemu dengan mereka. Namun, ada yang paling berkesan dengan tamu-tamu yang hadir. Hari ini saya kedatangan dua orang dosen dan seorang dokter muda yang saya kenal di rumah sehat kompasiana.

Sebelum saya cerita tentang kedatangan dokter muda itu, saya ceritakan dulu tamu saya yang pertama. Beliau seorang dosen di salah satu perguruan tinggi terkenal di jakarta (UNSADA). Beliau mengajar bahasa jepang. Saya baru saja bertukar ilmu tentang penelitian tindakan kelas (PTK) dengan beliau. kebetulan beliau sedang mengambil S2 di jurusan bahasa asing pascasarjana UNJ. Namanya, ibu Sri Prastuti. Ornganya ramah dan cepat sekali akrab. Padahal baru dua kali saya bertemu beliau. Pertemuan pertama, ketika saya diminta menjadi pembicara seminar PTK di UNJ, dan kedua ya sekarang ini.

Tamu saya yang kedua adalah DR. Datuk, yang merupakan dosen di Untirta. Beliau, sabtu besok akan menjadi pembicara PTK dalam seminar nasional di Jambi. Beliau menyempatkan diri mampir di labschool, dimana tempat saya mengabdi. Bertukar ilmu dan pengalaman tentang ilmu PTK. Senang rasanya bertemu dengan bapak dosen yang cerdas dan ramah ini. Saya diberinya tafsir al-qur’an dan rahasia angka-angka karya DR. Abu Zahra. Bacaan baru yang sangat menyenangkan hati saya, sekaligus menimba ilmu Allah yang kaya. Terima kasih Pak Datuk!

Setelah Dr. Datuk pergi, datanglah dokter muda yang suka ngeblog di kompasiana. Sebelumnya kami telah janjian via sms. Namanya mbak Anindita. Ketika beliau datang ke ruang kerja saya, langsung saya perkenalkan beliau dengan ibu Sri, dan terjadilah diskusi dan ngobrol-ngobrol yang berujung tentang blog kompasiana. Terjadilah diskusi antara guru, dosen, dan dokter tentang enaknya ngeblog.

Dalam obrolan itu saya lebih banyak bercerita tentang pengalaman menulis di kompasiana. Menjawab semua pertanyaan bu dokter dan bu dosen. Berbagi ilmu apa yang saya tahu, dan apa yang saya kerjakan. Rupanya kami sama-sama merasakan manfaat dari ngeblog di kompasiana. Bu dosen yang belum daftar di kompasiana, nampaknya tertarik dan mencatat alamat blog kompasiana. Semoga bisa segera registrasi ya bu!. Jangan hilangkan kesempatan ngeblog di kompasiana. Apalagi dengan wajahnya yang baru.

Omjay dan anindita (Ketika guru dan Dokter bertemu)

Omjay dan anindita (Ketika guru dan Dokter bertemu)

Tanpa terasa waktu maghribpun tiba. Adzan magrib berkumandang dan terdengar jelas di telinga kami. Tiba saatnya untuk sholat magrib dan pulang ke rumah. Tamu-tamu saya pun mohon pamit untuk pulang. Mbak anindita dan Ibu Sri memohon pamit untuk pulang. Senang rasanya bisa berjumpa dengan mereka, sayang waktunya sangat singkat.

Inilah pertemuan perdana kami. antara guru, dosen, dan dokter. Sebelum pulang, mbak anindita meminta tolong ibu sri untuk bisa foto bersama saya. Inilah hasil jepretan ibu sri, dosen yang belum lancar memegang kamera, hehehhe.(Kok fotonya kayak angka nol dan angka satu ya?)

Salam blogger persahabatan

Omjay

Oktober 20, 2009 Posted by | Uncategorized | , , | 1 Komentar

Apa kabar Pak JK?

Pagi ini saya menonton pak JK di salah satu stasiun televisi terkenal. Senyumnya masih tetap mengembang. Tak terlihat kekecewaan sedikitpun di wajahnya. Aktivitasnya masih seperti kemarin-kemarin. Tetap ceria walupun harus melihat kenyataan pahit, mengalami kekalahan dalam pilpres tahun 2009 ini.
Baca lebih lanjut

Juli 11, 2009 Posted by | politik | | 1 Komentar

Hebatnya Anas Urbaningrum

Di balik nama-nama tim capres yang hebat itu, ada salah satu nama dari tim sukses Capres SBY yang begitu mempesona. Beliau sangat bersahaja dan tak pernah terlihat emosional ketika diundang berbicara oleh stasiun televisi manapun. Penampilannya sangat bersahaja, tenang dalam menjawab setiap pertanyaan, dan membuat orang terpukau memandang beliau. Siapakah dia?
Baca lebih lanjut

Juli 5, 2009 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

Hebatnya Anas Urbaningrum

Di balik nama-nama tim capres yang hebat itu, ada salah satu nama dari tim sukses Capres SBY yang begitu mempesona. Beliau sangat bersahaja dan tak pernah terlihat emosional ketika diundang berbicara oleh stasiun televisi manapun. Penampilannya sangat bersahaja, tenang dalam menjawab setiap pertanyaan, dan membuat orang terpukau memandang beliau. Siapakah dia?
Baca lebih lanjut

Juli 5, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Selamat Tinggal SBY, dan Selamat Datang JK

Anak saya yang paling kecil bernyanyi gembira. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu iklan kampanye pak JK. Di sini JK, di sana JK. Anak saya senang banget dengan nyanyian itu sampai-sampai anak saya lupa sama lagu indo mie, SBY presidenku. Ini bukan karangan saya, atau saya mengada-ngada tetapi ini nyata dari apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar sendiri. Rupanya pak JK sedang naik daun, Elektabilitasnya semakin naik, sampai-sampai anak saya Berlian, yang baru berusia 6 tahun senang sekali dengan iklan lagunya pak JK yang lebih mengena di kalangan rakyat banyak.
Baca lebih lanjut

Juli 5, 2009 Posted by | Uncategorized | , | 1 Komentar

Selamat Tinggal SBY, dan Selamat Datang JK

Anak saya yang paling kecil bernyanyi gembira. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu iklan kampanye pak JK. Di sini JK, di sana JK. Anak saya senang banget dengan nyanyian itu sampai-sampai anak saya lupa sama lagu indo mie, SBY presidenku. Ini bukan karangan saya, atau saya mengada-ngada tetapi ini nyata dari apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar sendiri. Rupanya pak JK sedang naik daun, Elektabilitasnya semakin naik, sampai-sampai anak saya Berlian, yang baru berusia 6 tahun senang sekali dengan iklan lagunya pak JK yang lebih mengena di kalangan rakyat banyak.

Entah mengapa setelah bapak Andi Malaranggeng mengatakan di dalam kampanyenya bahwa orang Bugis belum saatnya menjadi presiden, membuat orang banyak menjadi tidak simpatik. Sebagai orang yang dilahirkan di Jakarta dan berdarah Sunda (karena orang tua dari Bandung), saya sendiri merasakan sesuatu yang tidak enak tetdengar d telinga. Pak AM seolah-olah merendahkan suku Bugis atau orang Makasar. Bagi saya yang bukan orang Makasar, tentu saya sangat menyayangkan pernyataan beliau. Akhirnya, jangan salahkan bila suara pak SBY kini mulai lari ke pak JK. Itu dikarenakan tim sukses pak SBY yang salah dalam membuat pernyataan. Ingatlah, rakyat sekarang sudah cerdas dalam memilih!

Dulu saya adalah pendukung pak SBY, namun karena saya melihat orang-orang yang berada di seputar pak SBY saat ini kurang begitu oke, maka saya menjadi kurang bersimpatik. Contohnya seperti kasus pak AM ini. Bagi saya pak SBY adalah figur yang sangat disegani. Baik hati, santun dalam berbicara, dan banyak memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa berlaku sabar. Tidak cepat emosional dan menuduh orang lain. Tetapi mendengar kampanye pak SBY kemarin di istora Senayan Jakarta, membuat saya semakin mantap untuk memilih pak JK menjadi presiden.

Selamat tinggal pak SBY, dan selamat datang pak JK. Dari lubuk hati yang terdalam saya telah menemukan sosok pemimpin yang sesungguhnya. Untuk menuliskan ini saya tidak dibayar, tetapi dari pertarungan batin setelah melihat penderitaan rakyat yang begitu besar di kepemimpinan pak SBY.

Banyak hal yang telah dibuat oleh seorang Jusuf Kalla, sehingga saya sangat menyayangkan bila pak SBY memilih pasangan lainnya. Menurut saya, beliau kurang berterima kasih dengan pak JK. Beliau lupa bahwa beliau bisa seperti ini karena hasil kerjasama dengan pak JK.

Dari hasil perenungan yang mendalam dan setelah menyaksikan debat capres di televisi, mendengar, dan membaca dari berbagai sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, dan bukan kampanye hitam, ternyata pak JK jauh lebih baik daripada pak SBY. Bagaimana dengan anda?

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

https://omjaylabs.wordpress.com

Juli 5, 2009 Posted by | politik | , , | 1 Komentar