Menanti Srikandi Indonesia Bicara

Dari gegap gempita kemenangan pak SBY dan tim suksesnya. Dari sumringahnya wajah-wajah cerah di Cikeas yang telah merasa menang, ada kegalauan hati seorang ibu. Seorang ibu yang sangat luar biasa. Seorang ibu yang terus berjuang demi bangsa dan negara. Demi rakyat kecil yang membutuhkan belaiannya. Walaupun dihujat dan dikritik sana-sini, beliau tetap tak bergeming. Demi Indonesia jaya harus ada yang berani mengatakan inilah aku, dan bukan orang lain. Dialah ibunda kita, Ibu Megawati Srikandi Indonesia.


Bagi mereka yang belum memgenalnya, mungkin akan berpikir sempit tentang seorang ibu Megawati. Saya pun awalnya demikian. Namun, setelah memperhatikan gerak-geriknya, tingkah lakunya, gaya bicaranya, dan segala ucapan-ucapan yang terlihat di televisi, membuat saya harus bangga mempunyai seorang tokoh wanita Indonesia seperti ibu Megawati. Sangat jarang kita temui wanita tangguh seperti ibu Megawati.

Jenis kelaminnya memang perempuan, tapi kinerjanya lebih hebat dari seorang lelaki. Wataknya yang keras dan kelemah-lembutannya menyatu menjadi satu dalam sosok bukan wanita biasa. Wanita yang ulet dan bermental baja. Siapa pun akan terkagum-kagum bila telah bertemu dengannya. Maklumlah beliau adalah salah seorang pemimpin parpol besar yang sangat berpengaruh di negeri ini. Ketokohannya, dan segala ucapannya sangat di dengar oleh para pendukungnya. Inilah pemimpin wanita yang sulit dicari tandingannya di Indonesia. Anda boleh berpandangan miring tentang sosok ibu megawati, tetapi saya justru malah sebaliknya. Saya justru menemukan sebuah kekuatan maha dahsyat dari wanita yang satu ini. Bukan karena beliau seorang putri bung Karno, tetapi kemampuannya dalam memimpin partai besar dengan pendukung yang cukup besar membuat saya harus memberikan acungan jempol untuk wanita satu ini.

Dalam debat capres kita telah melihat bagaimana Srikandi Indonesia ini berbicara. Walaupun masih normatif, tetapi apa yang disampaikannya membuat Kesatria Pacitan, pak SBY, dan pendekar  Bugis, pak Jusuf Kalla menaruh hormat kepadanya. Maklumlah, beberapa tahun yang lalu beliau pernah menjadi atasan mereka berdua. Bahkan ketika Pak JK sambil bercanda menanyakan kinerjanya kepada ibu Megawati, sempat membuat orang yang menontonnya tertawa, dan terlihat sekali watak beliau yang tegas dan emosional. Disinilah perbedaan wanita dengan pria.  Wanita terkadang masih dipengaruhi oleh perasaan, sehingga akal terkadang dikalahkan oleh perasaannya. Berbeda dengan kaum pria yang lebih mengedepankan akal ketimbang perasaan. Di sinilah terlihat keunggulan kaum pria (SBY-JK) dalam debat capres bersama ibu Megawati.

Kini kita telah melihat hasil dari pilpres 2009. Meskipun belum final dan belum diumumkan siapa pemenangnya oleh KPU, kita telah membaca peta suara telah berpihak kepada pak SBY. Kita pun telah melihat bahwa hasil sementara perhitungan cepat dari berbagai survei manapun menunjukkan bahwa kesatria dari Pacitan telah unggul dari capres lainnya. Bahkan telah mengalahkan secara mutlak dari dua capres lainnya sehingga kemungkinan pilpres satu putaran akan terjadi.

Tentu kita ingin sekali mendengar Srikandi Indonesia, Ibu Megawati berbicara. Namun saat ini tidaklah tepat, karena perhitungan suara belumlah usai. Dibutuhkan kesabaran dalam menanti ibu Megawati bicara. Akan tiba saatnya ibu Megawati bicara.  Bila ibu Megawati sudah berbicara, mungkin akan membuat lawan politiknya  meradang, karena kemenangannya telah bercampur dengan kecurangan-kecurangan. Tentu akan ada data yang akan dilaporkan. Akan ada bukti, dan saksi yang akan diperlihatkan.

Cara-cara pilpres 2009 ini harus jujur kita katakan, bahwa masih ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Bukti-bukti telah dikumpulkan, dan saksi-saksi telah disiapkan, tinggal menunggu tanggal mainnya saja. Bawaslu telah mencatat kecurangan-kecurangan yang telah terjadi dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia.

Membaca tulisan Refli Harun, pakar tata negara yang menulis di opini kompas cetak kemarin, bagaimana beliau bersusah payah mengajukan gugatan ke MA membuat kita tahu ada yang kurang beres di negeri ini. Sikap kritis ibu Megawati inilah yang tidak dipunyai oleh para pemimpin bangsa lainnya. Ibu Megawati berani mengungkapkan pendapatnya, bahkan langsung menyindir ke pak SBY bila beliau tak berkenan. Disinilah saya melihat hebatnya ibu Megawati dari cara menyampaikan kritikannya. Meskipun ujung-ujungnya menjadi tidak populis di mata rakyat, tetapi ibu Megawati telah memberikan pembelajaran politik pada kita untuk tidak takut berbicara bila membela yang benar. Maju tak gentar membela yang benar.

Akhirnya kita harus menunggu Srikandi Indonesia, Ibu Megawati bicara. Akankah beliau menerima kekalahan pipres ini dengan hati yang lapang tanpa catatan?  Kita tunggu saja tanggal mainnya. Anda pun akan melihat keberanian bicara tokoh wanita Indonesia yang disegani kawan maupun lawan. Bersabarlah!.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://omjaylabs.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s