Pindah Tempat Blog

Buat teman-teman yang membaca tulisan saya di blog ini, saya sudah pindah ke blog berbayar.
Kunjungi http://wijayalabs.com

salam
Omjay

Iklan

Selamat Datang di Blog Baru Omjay

Omjay dan Pak Onno
Omjay dan Pak Onno

Omjay mengucapkan selamat datang di rumah maya Omjay yang baru. Karena masih baru, omjay butuh waktu untuk beres-beres. Jadi mohon maaf kalau rumah omjay masih sederhana. Soalnya belum beli perabotannya, dan terima kasih kamu telah mengunjungi blog ini.

Salam Blogger WordPress

Omjay

Indonesia Kekurangan Guru TIK

Indonesia kekurangan guru TIK. Hal tersebut disampaikan ibu Maria Widiani dari Dirjen GTK Kemdikbud dalam seminar nasional Meningkatkan kompetensi guru TIK dan KKPI di Aula gedung PGRI DKI Jakarta, Jl TB Simatupang Jakarta.

Data yang ada di dapodik 2017 ada 33.818 orang guru TIK yang ada di SMP, SMA, dan SMK. Seharusnya ada 141.589 orang guru TIK. Indonesia kekurangan guru TIK. Bagaimana mau maju negera ini kalau gurunya saja kurang? Apakah kita akan membiarkan saja peserta didik belajar sendiri tanpa guru yang menemani?

masalah guru tik

Akhirnya Nulis Lagi di Blog

Sebenarnya sudah lupa sama blog ini. Sudah 7 tahun tidak diupdate semenjak punya blog professional yang berbayar. Lagi asyik buka email eh nongol tulisan lawas. Judulnya menata diri menjadi guru idola. Jadilah kemudian keinginan menulis di blog ini muncul kembali.

Mau nulis tema apa juga bingung. Jadi nulis aja ucapan terima kasih kepada kawan-kawan yang dengan surprise menyiapkan kue ulang tahun untuk omjay. Terus terang tidak menyangka kalau akan mendapatkan hadiah kue ulang tahun dan hadiah lainnya. Selama ini belum pernah dirayakan, dan hanya di rumah saja bersama keluarga tercinta. Makan-makan bersama istri dan anak-anak.

Akhirnya omjay nulis lagi di blog ini. Hanya 3 aliea saja. Tidak usah banyak-banyak. Ucapan terima kasih untuk kawan-kawan guru yang luar biasa. Semoga perjuangan kita memajukan pendidikan di negeri ini berwujud nyata. Teruslah berjuang dari apa yang kita bias, dan teruslah belajar sepanjang hayat.

0mjay-ultah

Renungan Diri

  1. Renungan diri
  2. Jika sebuah TELUR dipecahkan oleh kekuatan dari LUAR, maka kehidupan didalam TELUR, telah berakhir.
  3. Tapi….
  4. Jika sebuah TELUR dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM, maka kehidupan baru telah LAHIR.
  5. Hal-hal BESAR itu selalu dimulai dari DALAM diri kita sendiri.
  6. BAHAGIA itupun timbulnya dari DALAM diri kita sendiri.
  7. Allah tdk pernah menjanjikan bahwa :
    Langit itu akan selalu biru.
    Mentari itu akan selalu bersinar.
    Bunga itu akan selalu mekar.
  8. Tapi ketahuilah, bahwa DIA sering memberi :
    Pelangi disetiap badai.
    Senyum disetiap air mata.
    Berkah disetiap cobaan dan
    Jawaban disetiap DOA.
  9. HIDUP bukanlah suatu tujuan, melainkan Perjalanan, maka nikmatilah.
    HIDUP adalah Ibadah, tunaikanlah.
    HIDUP adalah Tantangan, hadapilah.
    HIDUP adalah Anugerah, terimalah.
    HIDUP adalah Pertandingan, menangkanlah.
    HIDUP adalah Tugas, selesaikanlah.
    HIDUP adalah Cita-cita, capailah.
    HIDUP adalah Misteri, singkaplah.
    HIDUP adalah Kesempatan, ambillah.
    HIDUP adalah Janji, penuhilah.
    HIDUP adalah Keindahan, Syukurilah.
    HIDUP adalah Teka-teki, pecahkanlah.
    HIDUP adalah Cobaan, bersabarlah…
  10. Satu hal yang membuat kita Bahagia adalah CINTA.
    Satu hal yang membuat kita tambah Dewasa adalah MASALAH.
    Satu hal yang membuat kita Maju adalah USAHA.
    Satu hal yang membuat kita Hancur, adalah PUTUS ASA.
    Satu hal yang membuat kita Kuat, adalah HARAPAN (DOA).
  11. Semoga bermanfaat.

Selamat Hari Guru

Setiap tanggal 25 November 2010, para guru berulang tahun. Ulang tahun yang usianya sama dengan ulang tahun kemerdekaan negera republik Indonesia. Artinya, sudah 65 tahun perayaan ulang tahun guru rutin setiap tahun diselenggarakan. Kebetulan tanggal itu adalah tanggal dimana Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dibentuk. Tentu kita berharap banyak kepada organisasi PGRI di hari ulang tahunnya yang ke-65 ini.

Dengan usianya yang sudah masuk usia manusia lanjut usia (manula), seharusnya PGRI sudah semakin bijaksana, dan mampu menjalankan program kerjanya yang berpihak kepada peningkatan kinerja guru untuk menjadi guru profesional. Bukan hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Sebab guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya. Bila guru tak memiliki karakter yang baik, maka akan jadi apa para peserta didiknya kelak. Bisa jadi, gayus-gayus baru akan bermunculan di negeri ajaib ini.

Hal itulah yang terjadi saat ini. Korupsi begitu merajalela. Kejujuran dan Kepedulian nampaknya menjadi sesuatu yang langka dimiliki oleh para pendidik. Demi sebuah prestise menjadi guru profesional, banyak oknum guru yang menanggalkan kejujurannya, hanya demi selembar sertifikat guru profesional. Kepedulian kepada sesama gurupun sudah mulai pudar, dimana kolaborasi guru dalam melakukan kegiatan ilmiah seolah-olah hilang ditelan bumi. Hanya sedikit sekali guru yang mampu membuat dan menulis karya tulisnya sendiri.

Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru. Banyak masyarakat yang merisaukan aneka pelanggaran itu, tetapi program sertifikasi terus saja melaju atas nama pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan. Kita pun hanya bisa mengurut dada, sebab kasus plagiasi masih terus terjadi, dan itu masih dilakukan oleh mereka yang bernama guru.

Tentu kita berharap ada perbaikan terus menerus dalam sistem sertifikasi guru yang menguntungkan para guru itu sendiri. Sebab tujuan sertifikasi itu sendiri sangat mulia, dimana harkat dan martabat guru ditingkatkan dan profesi guru diakui sama dan sejajar dengan profesi lainnya. Disamping kesejahteraan guru ditingkatkan, profesionalisme guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

PGRI sebagai induk organisasi yang mengayomi para guru, harus mampu berkiprah lebih baik lagi dalam melaksanakan program kerjanya. Sebab sampai saat ini, PGRI terkesan hanya milik elit tertentu, dan pengurusnya kurang membumi. Sehingga wajar banyak guru yang tak merasa memiliki induk organisasi seperti PGRI. Bahkan terdengar kabar ada pengurus PGRI yang tak mau dilengserkan padahal kinerjanya sama sekali tak ada.

Mereka-mereka yang tak puas degan kinerja PGRI akhirnya membentuk organisasi baru yang dibentuk bukan untuk menyayingi PGRI, tetapi menjadi mitra PGRI agar kualitas dan kompetensi guru menjadi lebih baik lagi dengan mengadakan berbagai pelatihan guru. Diantara organisasi itu adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diketui oleh Satria Darma dengan sekjennya Mohammad Ihsan.

IGI telah mampu membuktikan diri untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme guru, dan menjadikan guru berkarakter. Semua program kerja IGI telah didukung oleh kementrian pendidikan nasional, disambut baik oleh menteri pendidikan nasional, Prof. Dr. Moh. Nuh.

Sebagai seorang guru, tentu saya banyak terlibat dalam kegiatan IGI ini, dan saya merasakan benar kehadiran IGI telah membawa warna baru bagi dunia pendidikan kita, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu profesional di bidang mata pelajaran yang diampunya.

Hal ini tentu membuat para guru senang, dan berbondong-bondong untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh IGI selalu ramai dipenuhi oleh para guru, dan mereka sangat antusias dengan program-program IGI yang berpihak kepada peningkatan mutu pembelajaran.

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari ulang tahun buat para guru di Indonesia. Jadilah guru profesional yang berkarakter dan benahi karakter bangsa melalui pendidikan. Kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakter yang membawa peserta didik menjadi cerdas dan berakhlak mulia.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com